Minggu, November 07, 2021

Persibo Bojonegoro: Liga 2

Memasuki musim kedua, Rina Fatmawati lagi-lagi harus berfokus pada bursa transfer pemain. Bedanya, situasi keuangan musim ini semakin buruk dibandingkan musim lalu. Pemain yang tampil bagus dan yang tampil biasa saja tapi gaji rendah diperbarui kontraknya. Pemain yang tampil mengecewakan dan/atau meminta gaji yang tidak masuk akal mau tidak mau harus dilepas.

for Keseluruhan transfer

[Squad]

Bermain di Liga 2, memungkinkan Persibo Bojonegoro untuk mendaftarkan 2 pemain asing. Untuk itu, Rina mendatangkan 2 pemain Australia yang akan diproyeksikan sebagai pemain kunci.

for Peter Eleftherakis

Peter merupakan pemain asing pertama yang didatangkan Rina. Berposisi utama sebagai bek tengah, dia memiliki determinasi dan kecepatan yang bagus. Postur tubuhnya yang tinggi juga dengan jumping dan heading yang melebihi pemain domestik diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan bola tinggi, yang sering membobol gawang Persibo di musim sebelumnya. Ketidaktenangannya dan ketidakmampuannya dalam menjaga pemain lawan menjadi kekurangan yang cukup fatal. Bagaimanapun, dia adalah bek tengah bebas transfer terbaik yang mau bergabung dengan Persibo.

for Jamie De Abreu

Pemain asing pertama (kontrak) sekaligus kedua (trial) yang bergabung ke Persibo. Bermain dengan mental serangan balik, Rina butuh pemain sayap cepat dan bisa melakukan crossing. Meskipun tidak bisa menggiring bola dengan baik, Jamie mendahulukan tim dari ego pribadinya. Kebugarannya yang sangat bagus, work rate, dan cukup bisa membaca permainan diharapkan Jamie juga bisa membantu pertahanan dan transisi permainan.

Selain keduanya, Wahyu Hidayat -pemain kunci musim sebelumnya- diharapkan mampu tampil maksimal untuk meraih target musim ini.

[Target Tim]

Liga 2Menghindari degradasi
Piala Indonesia Ronde pertama

Sebagai tim yang baru saja meraih promosi, sudah sewajarnya tim mengharapkan agar terhindar dari degradasi langsung. Namun bagi Rina, sekedar menghindari degradasi langsung belumlah cukup. Memang banyak pemain yang dilepas dari klub, namun tidak sedikit pula yang didatangkan. Pun demiikian dengan kontestan lain di Liga 2, mereka banyak melakukan perombakan pemain. Untuk itu, sebisa mungkin, tim harus bisa finish di papan tengah!

Melihat klasemen Liga 2 musim sebelumnya, untuk bisa finish di papan tengah, maka Persibo Bojonegoro harus dapat mengumpulkan 32 poin dalam semusim. Untuk itu, tim harus bisa meraih setidaknya 8 menang, 8 imbang, dan hanya boleh kalah 8 kali. Sedangkan untuk Piala Indonesia, bagi Rina, tidaklah penting. Ini karena jika melaju jauh di piala, maka biaya transportasi yang harus dikeluarkan semakin banyak. Belum lagi bonus-bonus yang harus dibayarkan jika pertandingan semakin banyak. Untuk itu, bagi Rina, jika tidak bisa menembus perempat final, sebaiknya langsung gugur saja.

[Perjalanan Musim]

Pertengahan bulan Agustus, beberapa pemain merajuk kepada Rina. Sebelum bertemu dengan para pemain, Rina teringat dengan musim sebelumnya saat para pemain menemuinya untuk mengatakan hal tidak masuk akal dan sangat tidak sesuai konteks. Maksudnya adalah, apa para pemain ini ingin Rina dipecat saja? Bahkan sebelum pertandingan liga bergulir? Tidak masuk akal! Begitulah pikir Rina. Rina tahu betul apapun jawaban yang dia berikan terhadap rajukan-konyol-dan-tidak-masuk-akal dari para pemain, mereka tetap tidak akan puas. Itu karena Rina Fatmawati, pelatih kalian, adalah wanita, bukan?

Rina terpaksa menemui para pemain. Dan setelah pemain menyampaikan rajukan-konyol-dan-tidak-masuk-akal, Rina langsung pergi. Tentu saja para pemain tadi marah, tapi bagi Rina, itu bukan masalah. Para pemain utama yang dia siapkan tidak ikut merajuk dan tenang saja. Para pemain yang mengganggu tadi, dibuang (Jairon, Didik Triyono) dengan sebagian ditendang ke tim muda dan tidak akan pernah dimainkan. Hal seperti ini sangat menarik bagi media dengan headline seolah-olah Rina merasa tertekan. Namun ketika sesi wawancara, Rina dengan percaya diri, menyatakan sama sekali tidak tertekan!

for preseason non sense

Persibo mengawali musim dengan pertandingan tandang melawan PPSM. Meski tidak diunggulkan, Rina yakin akan meraih kemenangan mengingat susunan pemain PPSM yang tidak seimbang dan sangat tipis (hanya 18 pemain utama) dengan hampir separuh pemain non-contract. Dengan mengandalkan formasi 4-4-2 counter-nya, Persibo berhasil mengalahkan PPSM dengan skor telak 3-0. Kedua pemain asing yang datang musim ini tampil sangat memuaskan.

for Debut Liga 2

Setelah kemenangan atas PPSM, Persibo meraih 3 kemenangan berikutnya sebelum dikalahkan Kalteng Putra dengan skor 0-2. Sampai dengan bulan Desember, dari 10 pertandingan, Persibo mengantongi 22 poin dari 7 kemenangan dan 1 imbang. Adapaun di pertandingan piala, Persibo disingkirkan Persigo Gorontali di ronde ketiga setelah pada ronde sebelumnya mengalahkan Persika Karawang dan PSSB Bireun.

for 2 kekalahan beruntun

Setelah mengalahkan Persipasi dengan skor 5-2, Rina mendapat pesan pelatih Persiba Balikpapan, Eddy Simon, dipecat. Mengetahui hal ini, Rina dengan cepat mengajukan lamaran yang baru hampir seminggu kemudian. Persiba Balikpapan tertarik dengan lamaran Rina, namun sama seperti Persibo, situasi keuangan disana sedang sulit dan tidak memungkinkan Persiba Balikpapan membayar kompensasi kepada Persibo. Dengan berat hati, demi masa depan, Rina mundur dari Persibo untuk bergabung dengan Persiba Balikpapan. Namun sebelum mengundurkan diri, Rina berhasil menyelesaikan kursus kepelatihan National B.

for Selesai kursus National B

for Atribut setelah kursus

for Pertandingan terakhir bersama Persibo

for Balasan dari Persiba Balikpapan

for Pengunduran diri

for Asep Dayat

(Asep Dayat ikut mundur, tapi Rina tidak berkeinginan untuk bekerja dengannya lagi)


0 komentar:

Posting Komentar