Musim ini menjadi musim ketiga Rina melatih Sriwijaya FC. Beberapa orang mulai mengutarakan kebahagiaan bekerja bersama Rina dan menjadikan Rina sebagai orang yang disukai. Setelah musim lalu berhasil menjuarai liga, harapan dari para pendukung pun semakin tinggi. Para pengamat sepakbola memprediksi Sriwijaya akan mengakhiri musim diperingkat teratas bersaing dengan Arema.
| for Prediksi peringkat akhir ISL |
[Bursa Transfer]
Ahmad Bustomi dan Titus Bonai dilepas karena kemampuan fisik mereka telah termakan usia. Hendro Siswanto dan Dany Saputra enggan menandatangani kontrak baru, dan bergabung ke klub lain secara gratis. Rolando Valdez dijual karena Rina telah mendatangkan Tommy Carter untuk mengisi salah satu pos pemain asing. Joan Darome pun dijual karena klub mendatangkan Tony Sucipto untuk berebut tempat dengan Tommy Carter.
Adapun pemain yang masuk kebanyakan didatangkan secara gratis. Rina memutuskan mendatangkan seorang gelandang tengah dari klub Daejeon karena gelandang asing Jung Woo-Jae mengalami cedera yang cukup lama. Muhammad Febrian dan reza Mustofa difungsikan sebagai pemain cadangan dan akan dijual begitu ada tim yang tertarik. Semua transfer masuk yang melibatkan dana transfer, baik mulai penawaran hingga pembahasan kontrak ditangani oleh Bambang Supeno selaku direktur sepakbola.
| for Bursa transfer pemain |
Sebagai catatan, Samsul Ramdani bergabung di bursa transfer tengah musim.
[Staff Pelatih]
Semua staff pelatih musim lalu dipertahankan dan tidak ada penambahan satu pun staff kepelatihan.
[Squad]
Para pemain yang saat ini berkesempatan memperkuat tim utama Sriwijaya adalah sebagai berikut.
| Posisi | Nama | Keterangan |
| GK | Wahyu Tri Nugroho | Kapten |
| GK | Shahar Ginanjar | |
| DR | Vendry Mofu | |
| DR | Muhamad Febrian | |
| DRLC | Syaepuloh Maulana | |
| DC | Kim Dong-Hyeok | |
| DC | Agung Prasetyo | |
| DC | Martin Kafando | |
| DC | Nurul Santosa | Pinjaman |
| DC | Rishadi Fauzi | Kapten ketiga |
| DL | Tommy Carter | |
| DL | Tony Sucipto | |
| MR | Morimakan Koïta | Wakil kapten |
| MR | Zulham Zamrun | |
| MRC | Immanuel Wanggai | |
| MC | Hendro Siswanto | |
| MC | Jung Woo-Jae | |
| MC | Ahmad Bustomi | |
| MC | Yoo Sung-Gi | |
| MC | Deden Santoso | |
| MC | Koko Jaelani | |
| ML | Ramdani Lestaluhu | |
| ML | Bayu Suryana | Pinjaman |
| ST | Yongki Aribowo | |
| ST | Jajang Mulyana | |
| ST | Song In-Yong | |
| ST | Reza Mustofa | |
| ST | Putu Supriyatna |
[Target]
| Indonesia Super League | Juara |
| Piala Indonesia | Juara ketiga |
| Piala Super | Tidak penting |
| Asian Champions League | Pengalaman |
Bagi Sriwijaya, menargetkan juara bukanlah hal yang tidak mungkin. Pada musim lalu saja, tim tidak hanya menjuarai liga, tetapi juga memecahkan beberapa rekor yang sebelumnya dicatatkan oleh Persiba Balikpapan. Mempertahankan gelar juara memang bukan hal yang mudah. Namun dengan kedalaman squad yang ada, juga pemahaman taktik yang matang oleh para pemain, kembali meraih juara adalah sangat mungkin. Untuk itu, Rina memasang target poin minimal yang harus dapat dikumpulkan tim sepanjang musim adalah 80 poin. Poin tersebut cukup untuk meraih juara dengan catatan Arema dan Persib tidak tampil sehebat musim-musim sebelumnya. Karena jika demikian, maka 80 poin belum cukup untuk mengantarkan juara.
Adapun pada kompetisi Piala Indonesia, klub menargetkan untuk lolos hingga babak semi final untuk kemudian mengamankan juara ketiga. Bagi Rina, sekedar juara ketiga tidaklah cukup. Musim lalu, tim hampir menjuarainya namun harus mengakui kekalahan dari Persiba Balikpapan. Untuk itu, musim ini Sriwijaya harus menjuarai Piala Indonesia, sebagai trofi pertama Rina di kompetisi piala.
Berbeda dengan kompetisi diatas, Asian Champions League digelar di bulan Februari hingga bulan November. Bagi klub Indonesia, kompetisi ini dimulai setelah paruh musim berlalu dan berakhir di paruh pertama musim berikutnya. Pihak klub hanya menginginkan Rina untuk mengambil pengalaman di kompetisi paling bergengsi di Asia ini.
[Paruh Pertama Musim]
Pertandingan piala super mempertemukan Sriwijaya FC (juara bertahan ISL) melawan Persiba Balikpapan (juara bertahan piala indonesia). Pada edisi 2 tahun sebelumnya, Rina telah menjuarai Piala Super bersama Persiba Balikpapan. Dan karena pihak klub tidak menganggap kompetisi ini penting, Rina hendak memainkan para pemain muda dalam laga ini. Namun hal itu diurungkannya karena bagaimanapun, lawan sekarang adalah mantan klubnya, Persiba Balikpapan. Rina ingin memenangkannya agar setidaknya media berhenti mengolok-oloknya dan mengingatkannya saat kekalahan di final Piala Indonesia musim lalu. Namun sayang, Sriwijaya kembali lagi harus kalah dari Persiba Balikpapan setelah kebobolan di 5 menit terakhir pertandingan.
| for Kalah di Piala Super |
Laga pembuka liga dimulai kala menjamu Borneo FC dengan kemenangan telak 6-2. Pada pekan selanjutnya, Sriwijaya ditahan imbang Barito Putera dengan skor 1-1. Pekan berikutnya mempertemukan Sriwijaya dengan salah satu tim penantang juara, Arema. Pertandingan yang digelar di Kanjuruhan tersebut berakhir dengan skor 4-1 untuk keunggulan Sriwijaya FC.
| for Laga pertama musim ini |
Berkat kemenangan atas Arema, moral para pemain meningkat pesat. Hasilnya, Sriwijaya meraih kemeangan beruntun dalam 6 pertandingan berikutnya. Setelah mengalahkan Pro Duta FC, Rina ditawari interview untuk bekerja melatih mereka. Tentu saja Rina menolaknya. Tanpa mengurangi rasa hormat, kualitas pemain yang sekarang membela di sana tidak lah cukup untuk sekedar menembus papan tengah divisi utama. Mereka baru saja meraih promosi, namun entah kenapa mereka memiliki reputasi tertinggi nomer 3 di Indonesia, termasuk diatas Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Mungkin karena reputasilah mereka mendekati Rina untuk interview, tapi Rina tidak sedikit pun tertarik merapat ke sana!
| for Reputasi klub-klub Indonesia |
| for Tawaran interview Pro Duta FC |
Pada pekan pertandingan kesembilan, Sriwijaya kembali meraih kemenangan atas Persiram Raja Ampat dengan skor tipis 2-1. Minggu berikutnya, Sriwijaya mengalami kekalahan pertama musim ini saat ditaklukkan oleh Persebaya Surabaya skor 0-1. Kekalahn ini menjadi pemantik semangat untuk meraih 6 kemenangan pada laga-laga selanjutnya. Adapun pada kompetisi Piala Indonesia, Sriwijaya FC secara mulus melaju hingga babak perempat final dan telah mengantongi kemenangan 3-0 atas Deltras FC pada leg pertama.
| for Jadwal paruh musim |
| for Klasemen sementara |
[Paruh Kedua Musim]
Pada bursa transfer Januari, Sriwijaya melepas Reza Mustofa ke Persebaya Surabaya dengan biaya transfer 23,5k pounds. Sriwijaya juga melepas gratis Muhammad Febrian dan Putu Supriyatna yang merasa kekurangan waktu bermain. Selain itu, Rina mendatangkan Samsul Ramdani, Syaffarizal Agri, dan meminjam Kurniawan Karman.
Pertandingan melawan Barito Putera sebagai pertandingan liga ke-18 berkesudahan 3-0 untuk kemenangan Sriwijaya. Seminggu berselang, Sriwijaya menjamu Darul Takzim dalam laga kualifikasi pertama Asian Champions League bagian timur. Laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk Sriwijaya ini memecahkan jumlah penonton yang hadir di Stadion Sriwijaya Jakabaring dan memecahkan pendapatan dari hasil penjualan tiket. Pada babak kualifikasi kedua, Sriwijaya dipecundangi Buriram United dengan skor telak 0-4. Dengan demikian, Sriwijaya tersingkir dari babak kualifikasi dan berhak berpartisipasi di kompetisi Asian Confederation Cup. Sriwijaya tergabung dalam grup H bersama Loyola FC, Home United, dan Manang Marsyangdi.
| for Rekor penonton terpecahkan |
| for Rekor pendapatan tiket terpecahkan |
Sebelum dikalahkan Pro Duta FC dengan skor 1-2, Sriwijaya berhasil mengantongi 4 kemenangan dan 1 hasil imbang di liga. Setelah ditahan imbang oleh PSPS Pekanbaru, Sriwijaya meraih 6 kemenangan beruntun sampai dengan pekan pertandingan ke-31. Adapun pada kompetisi Piala Indonesia, Sriwijaya sukses menembus ke babak final dan sekali lagi harus berhadapan dengan Persiba Balikpapan. Selain itu, Rina berhasil menyelesaikan kursus kepelatihan Continental B.
| for Selesai kursus kepelatihan Continental B |
| for Atribut setelah kursus Continental B |
| for Kembali bersua Persiba di final piala |
Pertandingan penentuan juara ISL digelar pada pekan pertandingan ke-32. Pertandingan yang digelar di Mandala ini berlangsung baik untuk Sriwijaya. Sejak awal pertandingan, Sriwijaya tampil menyerang hingga pada menit ke-27 Samsul Ramdani hampir mencetak gol namun berhasil ditepis secara epik oleh kiper muda Zeith Yulianto. Hingga babak pertama usai, tidak ada satu gol pun yang tercipta.
Pada babak kedua, Sriwijaya tetap mempertahan permainan menyerang dan mengandalkan penguasaan bola. Gol pertama tercipta pada menit ke-47 saat Morimakan Koïta menyudul bola hasil umpan Samsul Ramdani. Sejatinya bola berhasil ditepis oleh Zeith namun karena laju bola yang kencang, setelah sedikit membelok bola tetap masuk ke gawang. Gol kedua dicetak oleh Samsul Ramdani menerima umpan pendek Morimakan Koïta. Memasuki menit ke-61, Song In-Yong mencoba menembakkan bola ke gawang namun berhasil ditepis oleh Zeith. Evan Dimas mencoba menyapu bola untuk mengamankan gawang namun bola menatap tubuh Kang Jung-Hun dan masuk ke gawang. Own goal, 3-0. Setelah goal bunuh diri tersebut, Persipura mulai melakukan serangan demi serangan. Pada menit ke-67, Sriwijaya melakukan serangan balik cepat namun tendangan Samsul Ramdani berhasil ditepis Zeith. Memasuki menit ke-74, Samsul Ramdani kembali menambah keunggulan Sriwijaya dengan tendangan yang meskipun tidak keras namun tepat berada di pojok kanan gawang Zeith, 4-0. Setelah itu, Persipura memiliki beberapa peluang seperti pada menit ke-76 Kang Jung-Hun hampir membayar kesalahnnya namun bola yang dia lepaskan hanya menatap tiang gawang. Jung-Hun kembali mendapat peluang saat babak perpanjangan waktu namun karena dia tidak tenang bola yang dia tendnag terlalu tinggi. Dengan demikian, Sriwijaya menjuarai ISL dengan menyisakan 2 pertandingan. Hasil juara ini menjadikan Rina memiliki poin Hall of Fame tertinggi di Indonesia dan oleh karenanya menjadi pelatih terbaik di Indonesia. Mantap!
| for Wasit meniup peluit akhir pertandingan |
| for Pelatih terbaik! |
Pada kompetisi Asian Confederation Cup, Sriwijaya menyapu bersih semua pertandingan grup dengan kemenangan. Pada babak penyisihan Sriwijaya berhasil menaklukkan Hai Phong dengan skor 2-0.
| for Sapu bersih babak grup |
Kabar baik datang dari direksi klub. Jika sebelumnya para pemandu bakat klub hanya diijinkan mengevaluasi pemain dari negara-negara Asia Tenggara, Australia, Korea Selatan, dan Brazil, kali ini klub mengijinkan para pemandu bakat mencari dan menilai pemain se-Asia dan Brazil. Asyik!
| for Peluasan area pencarian bakat |
Laga penutup ISL musim ini lagi-lagi mempertemukan Sriwijaya dengan Persiba Balikpapan namun kali ini sudah tidak menentukan juara. Rina memutuskan untuk memakai pemain lapis kedua mengingat pemain utama akan dipakai melawan Hai Phong di Asian Confederation Cup. Jika musim lalu Sriwijaya berhasil meraih kemenangan 2-0, musim ini pertandingan berkesudahan dengan hasil imbang 3-3. hasil yang sedikit mengecewakan mengingat sampai min 80 masih unggul 3-1. Nurul Santosa mencetak gol diri pada menit 87 dan tim kebobolan di babak tambahan waktu. Mau bagaimana lagi, hasil ini pun membuat pelatih persiba dipecat karena peringkat akhir mereka turun ke-7.
| for Jadwal paruh musim kedua |
| for Klasemen akhir |
Pertandingan final Piala Indonesia musim ini cukup berbeda. 3 pemain asing (1 bek 2 gelandang) Persiba cedera sehingga cukup melemahkan kualitas mereka. Persiba memainkan formasi 4-5-1 dan Sriwijaya seperti biasa mengandalkan formasi 4-4-2. Babak pertama bola lebih banyak dikuasai persiba di area tengah namun selalu gagal menembus pertahanan Sriwijaya. Satu-satunya gol tercipta pada laga ini adalah saat menit ke-45 +1 ketika Samsul Ramdani berlari melewati 3 pemain Persiba untuk kemudian melepaskan umpan kepada Song In-Yong. Posisi Song yang tanpa penjagaan membuatnya dengan mudah menceploskan bola ke gawang. Dengan demikian Rina berhasil membalas kekalahan (bahkan media mengingat) musim lalu dan berhasil mengawinkan trofi ISL dan Piala Indonesia sebagai tim kedua, setelah dilakukan oleh Arema. Bersama-sama dengan Arema, Sriwijaya menjadi tim paling sukses di Piala Indonesia dengan 4 trofi. Selain itu, kemenangan ini menjadi trofi Piala Indonesia pertama yang diraih Rina!
Berkat kesuksesan ini, klub memutuskan meningkatkan kualitas training facilities dan youth facilities.
| for Euforia juara Piala Indonesia |
| for Konsolidasi trofi ISL dan Piala Indonesia |
| for Media mengingat |
[Performa Pemain]
| for Performa Wahyu Tri Nugroho |
| for Performa Vendry Mofu |
| for Performa Kim Dong-Hyeok |
| for Performa Morimakan Koïta |
| for Performa Yongki Aribowo |
| for Performa Song In-Yong |
[Penghargaan]
Kompetisi: Indonesia Super League
| Nama | Penghargaan |
| Morimakan Koïta | Player of the Year |
| Wahyu Tri Nugroho Kim Dong-Hyeok Vendry Mofu Morimakan Koïta Song In-Yong | Team of the Year |
| Song In-Yong | Top Golscorer |
Kompetisi: Piala Indonesia
| Nama | Penghargaan |
| Song In-Yong | Most Valuable Player |
| Song In-Yong | Top Golscorer |
[Rekor Terpecahkan]
Rekor-rekor yang terpecahkan sepanjang musim adalah:
Rekor kompetisi: Indonesia Super League
| Rekor | Oleh | Jumlah |
| Poin Terbanyak | Sriwijaya FC | 88 |
| Jumlah Goal Terbanyak | Sriwijaya FC | 109 |
| Top Goalscorer | Song In-Yong | 33 |
| Highest Average Rating | Song In-Yong | 8,07 (30 Pertandingan) |
| Jumlah Goal Terbanyak | Sriwijaya FC | 109 |
Rekor kompetisi: Piala Indonesia
| Rekor | Oleh | Jumlah |
| Kemenangan Beruntun | Sriwijaya FC | 9 |
Rekor klub: Sriwijaya FC
| Rekor | Oleh | Jumlah |
| Penonton Terbanyak | vs Darul Takzim | 38283 |
| Pendapatan Tiket Terbanyak | vs Darul Takzim | £ 288k |
| Kemenangan Terbesar | vs Persebaya | 7-0 |
| Kemengan Beruntun | 12 | |
| Takterkalahkan Beruntun | 17 | |
| Top Goalscorer | Song In-Yong | 47 |
| Highest Average Rating | Song In-Yong | 8,13 (41) |
| Penampilan Terbanyak Sepanjang Masa | Morimakan Koïta | 174 |
| Goal Terbanyak Sepanjang Masa | Song In-Yong | 77 |

