Laskar Wong Kito merupakan klub berstatus profesional asal Palembang yang bermain di Gelora Sriwijaya Jakabaring. Stadion dengan kapasitas hingga 50.000 penonton ini disewa Sriwijaya FC dari pemerintah kota dengan biaya 26,01 pound tiap tahunnya. Sriwijaya FC didirikan pada tahun 1976 dan menjadi rival bagi Persipura Jayapura, PS Palembang, Semen Padang, PSMS Medan, PS Musi Banyuasin, dan Persija Jakarta. Tim kebanggaan warga Kota Palembang ini mencapai kejayaan di awal abad ke-20 dengan meraih berbagai kesuksesan meliputi: Juara Divisi Primer Lv 1 (kasta teratas -kelak menjadi kasta kedua, sudah ganti format), juara divisi utama (ISL), dan 3 kali juara Piala Indonesia. Adapun tim muda Sriwijaya FC bermain di stadion Bumi Sriwijaya, berbagi tempat dengan Bank Sumsel dan PS Palembang.
![]() |
| for Logo Sriwijaya FC |
[Fasilitas]
| Training facilities | Below average |
| Youth facilities | Basic |
| Junior coaching | Adequate |
| Youth recruitment | Average |
Klub memiliki fasilitas yang memungkinkan untuk pengembangan pemain muda. Namun demikian, fasilitas masih harus ditingkatkan agar dapat memberikan dampak signifikan. Beruntung, klub memiliki dana yang berlimpah baik untuk memperkuat tim utama maupun untuk peningkatan fasilitas dan kualitas sumber daya manusia.
![]() |
| for Gelora Sriwijaya Jakabaring (wikipedia.org) |
[Staff Pelatih]
Sebagai pelatih baru, Rina hanya diijinkan untuk mengubah sedikit susunan staff kepelatihan dan harus mempertahankan direktur sepakbola Bambang Supeno. Oleh karena itu, Rina hanya mengganti 2 staff saja. Staff yang diganti adalah pelatih kepala untuk tim muda dan asisten pelatih. Rina ingin bekerja dengan orang yang sebelumnya telah bekerja dengannya.
[Squad]
Komposisi pemain dalam tim benar-benar tidak seimbang. Dalam tim hanya ada 1 bek kanan, tidak ada bek kiri dan sayap kiri, 6 bek tengah, 7 gelandang tengah, 3 sayap kanan, 4 penyerang, dan 3 kiper dengan 2 diantaranya berstatus kiper utama. Tim juga sudah menampung 4 pemain asing dengan masalah masing-masing:
1 pemain ingin kembali ke negara asalnya (namun tidak ada klub yang tertarik dengannya)
1 pemain cedera hingga akhir musim
1 pemain dengan gaji tinggi namun tampil angin-anginan
1 pemain kualitasnya dibawah pemain lokal, pensiun di akhir musim
No pain no gain. Sisi baiknya, saat Rina bergabung dengan Sriwijaya, bursa transfer tengah musim sedang dibuka. Artinya, Rina dapat melakukan penambalan pemain di beberapa posisi. Rina memutuskan meminjamkan 3 pemain (penyerang dan 2 gelandang tengah) yang belum akan masuk dalam skema permainan dan menjual gratis 2 pemain dengan usia uzur (sayap kanan dan bek tengah). Rina juga mendatangkan 3 pemain asing dari Korea Selatan (bek tengah, gelandang tengah, dan penyerang) dan seorang bek kanan dari mantan klub, Persiba Balikpapan.
| for Nurul Santosa |
Bek tengah yang dipinjam dari Persib Bandung ini memiliki kualitas yang cukup komplit. Hanya saja, kemampuan fisiknya masih cukup rendah. Selain tidak memiliki kecepatan, Santosa juga tidak memiliki kebugaran dan stamina yang bagus. Ini tentu menjadi PR tersendiri bagi Rina dan oleh karenanya Rina menginstruksikan agar Santosa melatih kemampuan fisiknya.
| for Jung Woo-Jae |
Salah satu pemain asing yang baru saja bergabung dalam tim. Jung tidak memiliki kemampuan yang begitu menonjol namun juga tidak memiliki kelemahan berarti. Jung akan menggantikan slot pemain asing milik Goran Perak yang cedera hingga akhir musim.
| for Morimakan Koïta |
Sayap kanan terbaik sekaligus pemain terbaik dalam tim. Koïta menjadi satu-satunya pemain yang secara konsisten tampil cukup baik selama Sriwijaya FC mengalami keterpurukan. Kelemahan Koi=ta adalah dia mimiliki determinasi yang rendah dan cenderung tidak percaya diri. Rina beberapa kali harus berbicara kepadanya untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus menjalin kedekatan kepada pemain.
| for Song In-Yong |
Sebagaimana Jung, Song baru saja bergabung dalam tim. Song memiliki penyelesaian yang sangat bagus dan memiliki kecepatan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Sayangnya, terkadang Song tidak tenang dalam mengambil keputusan dan kurang bagus dalam memposisikan diri. Song akan menggantikan slot pemain asing milik Marcus Mokaké yang akan pensiun di akhir musim.
[Tantangan dan Kesempatan]
| Tantangan | Kesempatan |
| Komposisi pemain tidak seimbang | Tersedia dana untuk merombak pemain |
| Keeempat pemain asing tidak bisa diandalkan | Dapat mendatangkan pemain asing dengan kualitas yang lebih baik |
| Ah Sung-Nam, yang ingin pulang, mengganggu kestabilan tim utama | Pemain dapat di drop, bukan pemain kunci |
| Tidak banyak pemain tersedia | Beberapa pemain dapat bermain di banyak posisi |
[Target]
| Indonesia Super League | Di atas papan tengah |
| Piala Indonesia | Semi final |
Target musim ini adalah finish di atas papan tengah. Bagi Rina target tersebut masuk akal karena meskipun saat ini tim sudah berada di papan tengah, komposisi pemain belum seimbang. Selama bursa transfer tengah musim Rina tidak berhasil mendatangkan satu pun bek kiri. Pada akhirnya, beberapa pemain yang menjadi surplus di posisi lainnya dimainkan di posisi bek kiri. Memang bukan situasi yang ideal, bagaimanapun bek kiri yang coba didatangkan Rina kebanyakan memilih bertahan dan memperpanjang kontrak di klubnya saat ini. Rina, sebisa mungkin, harus memberdayakan sumber daya manusia yang ada.
[Perjalanan Musim]
Pertandingan debut melawan Persik Kediri harus berakhir sama kuat. Kemenangan perdana diraih di pekan selanjutnya, melawan Persebaya Surabaya. Di pertengahan pekan, Rina mengomandoi Wahyu Tri Nugroho dkk melawan Kalteng Putra dalam laga perempat final Piala Indonesia leg kedua. Pertandingan yang dihelat di kandang tersebut berkesudahan sama kuat, 2-2. Hasil tersebut cukup untuk menyingkirkan Sriwijaya FC karena pada leg pertama, bersama Suimin Diharja, Sriwijaya kalah 3-2. Dengan demikian, Rina gagal mencapai target untuk kompetisi Piala Indonesia. Sesuatu yang membuat Rina menjadi bahan olok-olok media karena saat ini Kalteng Putra bermain di divisi kedua.
| for Kebobolan di menit akhir yang menyebalkan |
Jeda internasional, Rina mengadakan pertandingan persahabatan melawan PS Bangka dan Bank Sumsel. Rina menemukan beberapa kelemahan dan melakukan perubahan kecil pada taktik yang dia gunakan. Para pemain, disisi lain, mulai membiasakan diri dengan taktik 4-4-2 andalan Rina.
Kompetisi kembai bergulir dan kali ini Sriwijaya harus berhadapan dengan Barito Putera. Pertandingan yang disaksikan oleh 11 ribuan penonton itu berakhir imbang 3-3. Pekan Selanjutnya, Rina harus beradu taktik dengan Lapril AS. Pertandingan melawan mantan klubnya, Persiba Balikpapan, Rina harus mengakui kekalahan 3-1. Kemenangan kembali diraih kala bertanding dengan Madiun Putra dengan skor yang -ehm- sama, 3-1. Dan Sriwijaya lagi-lagi kalah dari Arema dengan -ehm lagi-lagi- skor 3-1.
Menjamu salah satu rival dalam derby Kalasik, secara ajaib berakhir imbang 2-2 dengan kesemua goal dicetak pemain Semen Padang. Hasil imbang ini mengawali kemenangan beruntun dalam 6 laga berikutnya. Seblum pertandingan terakhir melawan Pelita, Sriwijaya ditahan imbang oleh PSM Makassar dengan skor 1-1.
| for Pertandingan terakhir musim ini |
| for Perjalanan musim bersama Rina Fatmawati |
| for Klasemen akhir |
[Performa Pemain]
| for Performa Morimakan Koïta |
| for Performa Jung Woo-Jae |
| for Performa Jajang Mulyana |
[Penghargaan]
Morimakan Koïta dan Hendro Siswanto berhasil masuk dalam Team of the Year


0 komentar:
Posting Komentar