Musim baru dimulai menandai berlangsungnya musim penuh Rina melatih Sriwijaya FC. Setelah musim lalu mengakhiri musim di peringkat 5, para pengamat sepakbola memprediksi Sriwijaya akan mengakhiri musim diperingkat 3, dibawah Arema dan Persib.
| for Prediksi peringkat akhir ISL |
[Bursa Transfer]
Beberapa pemain asing di lepas, dan ada juga yang pensiun. Salah satu dari kiper utama (Dian Agus Prasetyo) dilepas karena saling berebut tempat utama dengan Wahyu Tri Nugroho. Ada dua pemain yang ingin dipertahankan namun enggan memperpanjang kontrak, yaitu Ramdani Lestaluhu dan Evan Dimas. Khusus kepergian Ramdani membuat para suporter marah karena dia bergabung dengan rival Persipura Jayapura.
Adapun pemain yang masuk dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan formasi 4-4-2. Rina meminjam 2 pemain asal Chile dan mengontrak seorang bek kiri asal Paraguay. Mereka didatangkan karena hasil rekomendasi agen masing-masing pemain. Semua transfer masuk yang melibatkan dana transfer, baik mulai penawaran hingga pembahasan kontrak ditangani oleh Bambang Supeno selaku direktur sepakbola.
| for Bursa transfer pemain |
Sebagai catatan, Rina juga memperpanjang peminjaman Nurul Santosa dari Persib Bandung untuk 2 tahun kedepan.
[Staff Pelatih]
Di jajaran staff kepelatihan, Rina mendatangkan 2 pelatih baru untuk membantu Ruslan melatih tim muda. Rina juga mengganti kepala pembina pemain muda Fadel Gurning diganti dengan Agustiar Batubara.
[Squad]
Para pemain yang saat ini berkesempatan memperkuat tim utama Sriwijaya adalah sebagai berikut.
| Posisi | Nama | Keterangan |
| GK | Wahyu Tri Nugroho | Kapten |
| GK | Shahar Ginanjar | |
| DR | Dany Saputra | |
| DR | Felipe Salinas | Pinjaman |
| DRLC | Syaepuloh Maulana | |
| DC | Kim Dong-Hyeok | |
| DC | Vava Mario Yagalo | |
| DC | Nurul Santosa | Pinjaman |
| DC | Rishadi Fauzi | Kapten ketiga |
| DL | Joan Darome | |
| DL | Rolando Valdez | |
| MR | Morimakan Koïta | Wakil kapten |
| MR | Adam Hidayatullah | |
| MRC | Immanuel Wanggai | |
| MC | Hendro Siswanto | |
| MC | Jung Woo-Jae | |
| MC | Ahmad Bustomi | |
| MC | Goran Perak | Tidak didaftarkan |
| MC | Deden Santoso | |
| MC | Teguh Jamal | |
| ML | Rahel Radiansyah | |
| ML | Made Nanak | Pinjaman |
| ST | Latyr N'Diaye | Tidak didaftrakan |
| ST | Jajang Mulyana | |
| ST | Song In-Yong | |
| ST | Titus Bonai | |
| ST | Rendy Mulyono |
[Target]
| Indonesia Super League | Penantang juara |
| Piala Indonesia | Babak final |
Bagi klub sekelas Sriwijaya, sudah sewajarnya tim menargetkan sebagai penantang juara. Dengan kedalaman squad yang ada, juga pemahaman taktik yang matang oleh para pemain, mencapai tiga besar bukanlah hal yang mustahil. Untuk itu, Rina melakukan riset dengan menengok ke musim-musim sebelumnya. Untuk masuk ke 3 besar, setidaknya Laskar Wong Kito harus mengumpulkan 60 poin. Artinya, tim harus menang 17 kali, imbang 9 kali, dan hanya boleh kalah 8 kali. Tentu saja, Rina berharap mengumpulkan tidak hanya 60 poin!
Adapun pada kompetisi Piala Indonesia, klub menargetkan untuk lolos hingga babak final. Bagi Rina, sekedar lolos sampai ke final tidaklah cukup. Melaju jauh sampai ke final, jika tidak juara, yang ada hanya rasa kecewa. Oleh karena itu, Rina secara pribadi menargetkan untuk menjuarai Piala Indonesia. Jika berhasil, ini akan menjadi kemenangan pertama Rina di kompetisi tersebut.
[Paruh Musim Pertama]
Laga pembuka liga dimulai kala bertandang ke Siliwangi dalam pertandingan melawan Persib Bandung. Pertandingan yang ditonton oleh sekitar 14 ribu penonton ini berkesudahan dengan skor kacamata. Pada pekan berikutnya melawan Borneo FC, lagi-lagi Rina harus puas dengan hasil imbang 1-1. Pertandingan kandang melawan Persiba Bantul menjadi kemenangan pertama pada musim ini. Ditambah kemenangan melawan Persiram Raja Ampat dan imbang melawan Semen Padang, Sriwijaya menempati peringkat 6 klasemen sementara.
Pada pekan pertandingan selanjutnya, Sriwijaya mengalami kekalahan pertama dari Persepam Pamekasan. Kekalahan ini menjadi pemantik semangat dan mengawali kemenangan beruntun dalam 6 pertandingan selanjutnya, termasuk kala membantai Persik Kediri dengan skor 6-0. Pertandingan melawan mantan klub, Persiba Balikpapan, Sriwijaya kembali mengalami kekalahan.
Adapun pada kompetisi Piala Indonesia, secara mulus Sriwijaya melaju hingga putaran perempat final melawan Mojokerto Putra. Leg pertama yang digelar di kandang lawan berkesudahan dengan skor 4-2 untuk kemenangan Sriwijaya. Sebelumnya pada putaran kedua, Rina dan tim berhasil mengalahkan tim pertama tempat Rina bekerja, Persibo Bojonegoro.
| for Menaklukkan Persibo Bojonegoro |
Pada musim ini, banyak pertandingan klub yang ditunda karena timnas bermain di Piala AFF. Situasi yang cukup mengganggu bagi Rina karena disaat klub seharusnya sudah memainkan 17 laga, klub baru memainkan 13 laga saja. Padahal pemain Sriwijaya yang dipanggil ke timnas hanya satu saja, Hendro Siswanto. Bahkan di dalam tim, Hendro sering dirotasi dengan pemain lain sehingga keputusan panitia untuk menunda pertandingan benar-benar tidak diharapkan. Apalagi lawan-lawan yang seharusnya dihadapi Sriwijaya tidak ada satu pun pemain mereka yang membela timnas. Timnas Indonesia kalah pada putaran semi final Piala AFF dari Vietnam.
| for Vietnam comeback |
| for Jadwal paruh musim |
| for Klasemen sementara |
| for Kekalahan menyebalkan |
[Paruh Musim Kedua]
Pada bursa transfer Januari, Sriwijaya melepas Goran Perak ke Persipura Jayapura. Transfer ini cukup membuat pendukung tidak senang karena klub memutuskan menjual pemain ke rival.
| for Selesai kursus kepelatihan Continental C |
| for Atribut setelah kursus Continental C |
Paruh musim kedua berjalan sangat bagus bagi Sriwijaya. Terhitung sejak kemenangan atas Mitra Kukar, tim menyapu bersih 12 pertandingan dengan kemenangan sebelum akhirnya kalah dari Persipura dengan skor tipis 0-1. Kemudian Sriwijaya kembali ke trek bagus dengan 5 kemenangan sebelum ditahan imbang oleh Mitra Kukar pada pekan pertandingan ke-32. Pada pekan ini, Sriwijaya memuncaki klasemen sementara ISL. Namun demikian, selisih poin dengan Arema di peringkat 2 hanya 2 poin saja. Pada posisi ini, Rina merasa senang dan bimbang. Rina merasa senang karena tim sudah pasti masuk 3 besar, dan bimbang atas kepastian juara. Kebimbangan itu pupus setelah beberapa pemain menunjukkan antusiasme meraih gelar juara. Dengan demikian, secara pribadi, Rina telah mengubah target tim untuk meraih juara!
| for Klasemen sementara pekan ke-32 |
Pekan pertandingan ke-33, Sriwijaya menjamu Persik Kediri. Pertandingan yang disaksikan lebih dari 14 ribu penonton itu menjadi kemenangan mudah bagi Sriwijaya dengan skor 3-0. Disisi lain, Arema juga berhasil mengalahkan Persiba Balikpapan dengan skor tipis 1-0. Dengan demikian, selisih 2 poin dengan Arema belum berubah dan Arema masih berpeluang merebut juara.
Memasuki laga terakhir liga sekaligus laga penentuan juara, Sriwijaya berhadapan dengan Persiba Balikpapan di depan pendukung sendiri. Pada pertemuan sebelumnya, Persiba berhasil mengantongi poin penuh sehingga menambah tekanan yang dihadapi Rina. Di tambah lagi status Persiba Balikpapan sebagai manatan klub yang dilatih oleh Rina, menang atas mereka akan menjadi momentum bagi pendukung Sriwijaya.
Sejak sepak mula, Sriwijaya menguasai permainan dan tampil menyerang. Gol pembuka dicetak oleh Jajang Mulyana pada menit 30 dengan tendangan dari luar kotak penalti. Tendangan melengkung dari jarak 30 meter tersebut tidak bisa diraih oleh kiper Persiba, Arya Perdana. Selang 2 menit kemudian, Hendro Siswanto harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Immanuel Wanggai. Jajang mencetak brace pada menit 38 setelah memanfaatkan kesalahan bek tengah Persiba, Hamed Zare, dan skor berubah menjadi 2-0. Skor bertahan hingga turun minum.
Mengawali babak kedua, Sriwijaya mempertahankan penguasaan bola dan tampil menyerang. Jajang mencetak hat trick pada menit ke-52 setelah mengelabuhi Pipit Hanafi. Namun sayang goal tersebut harus dianulir karena posisi Jajang yang terlebih dahulu offside. Memasuki menit 55, Persiba Balikpapan berbalik menguasai pertandingan. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Persiba hingga menit 57 Andik Arief hampir mengurangi ketertinggalan. Setalah mengelabuhi Wahyu Tri Nugroho, tendangan yang dilepaskan Andik Arief hanya menatap tiang gawang. Memasuki menit 73, lagi-lagi Persiba memperoleh kesempatan emas melalui Wage Dwi Aryo. Mendapat tekanan dari Rishadi Fauzi, Aryo kehilangan ketenangan dan tendangannya hanya menatap tiang gawang. Setelah itu, kedua tim saling jual beli serangan. Tambahan waktu 3 menit yang diberikan oleh wasit tidak cukup untuk emngubah skor akhir pertandingan. Dengan deminian, Sriwijaya resmi menjuarai ISL!
| for Euforia menjuarai ISL |
| for Klasemen akhir |
Adapun pada pertandingan Piala Indonesia, Sriwijaya berhasil melaju ke final. Pertandingan final digelar di stadion nasional, Gelora Bung Karno. Pada laga ini, Sriwijaya kembali lagi harus bertemu dengan Persiba Balikpapan. Berbekal dengan status juara liga dan sepekan sebelumnya berhasil mempecundangi sang lawan, Sriwijaya tanpa ragu-ragu dijagokan untuk menjuarai Piala. Pertandingan ini menjadi momentum final piala pertama bagi Rina. Jika klub berhasil meraih hasil positif maka akan menjadi trofi Piala Indonesia pertama bagi pelatih asal Klaten tersebut.
Sejak laga dimulai, Persiba Balikpapan terus melakukan serangan. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Persiba membuahkan hasil setelah pada menit ke-16 Dede Astaman membobol gawang yang dikawal Wahyu Tri Nugroho. Tendangan crossing yang dilepaskan oleh Alfin Tuasalamony berhasil diterima Astaman dengan tanpa cela. Memasuki menit ke-28, Persiba menggandakan keunggulan melalui skema tendangan sudut. Tendangan sudut oleh Shen Lin tidak dapat dijangkau oleh Nurul Santisa dan diambil oleh Pipit Hanafi untuk kemudian diceploskan ke gawang Sriwijaya, 2-0. Merespon ketertinggalan, Rina mengubah taktik untuk lebih menyerang namun pertahanan Persiba Balikpapan terlalu rapat untuk ditembus. Tendagan bebas oleh Morimakan koi=ta yang kemudian disundul oleh Kim Dong-Hyeok pada menit ke-43 menjadi satu-satunya goal Sriwijaya hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, Nurul Santosa diganti Rishadi Fauzi karena selama babak pertama tampil mengecewakan. Sriwijaya terus menguasai permainan dan melakukan serangan demi menyamakan kedudukan. Meskipun penguasaan bola tembus hingga 61%, nyatanya Sriwijaya tidak bisa menembus pertahanan Persiba Balikpapan. Hingga peluit akhir ditiup, kedudukan 2-1 untuk keunggulan Persiba Balikpapan bertahan. Dengan demikian, Sriwijaya harus merelakan trofi Piala Indonesia dibawa pulang oleh Beruang Madu.
| for Gagal membawa pulang trofi Piala Indonesia |
[Performa Pemain]
| for Performa Kim Dong-Hyeok |
| for Performa Rolando Valdez |
| for Performa Morimakan Koïta |
| for Performa Rahel Radiansyah |
| for Performa Song In-Yong |
Song In-Yong berhasil mencetak total 32 goal sepanjang musim ISL. Jumlah goal yang dicetak Song menyamai catatan Mauricio Parabá yang memegang pencetak goal terbanyak selama semusim. Selain pemain diatas, pemain lainnya juga tampil bagus misalnya Jajang Mulyana yang mencetak 2 goal saat pertandingan terakhir ISL sebagai penentuan juara.
[Penghargaan]
Beberapa pemain berhasil memperoleh penghargaan dari kompetisi ISL.
| Nama | Penghargaan |
| Rina Fatmawati | Head Coach of the Year |
| Song In-Yong | Player of the Year |
| Wahyu Tri Nugroho Ronaldo Valdez Nurul Santosa Morimakan Koïta Jung Woo-Jae Rahel Radiansyah Song In-Yong | Team of the Year |
| Song In-Yong | Top Golscorer |
| Jajang Mulyana | 3rd Best Goal of the Season |
[Rekor Terpecahkan]
Beberapa rekor yang terpecahkan sepanjang musim adalah:
Rekor kompetisi: Indonesia Super League
| Rekor | Oleh | Jumlah |
| Kemenangan Beruntun Terbanyak | Sriwijaya FC | 12 |
| Pertandingan Tanpa Kebobolan | Sriwijaya FC | 7 |
| Poin Terbanyak | Sriwijaya FC | 85 |
| Jumlah Goal Terbanyak | Sriwijaya FC | 96 |
| Most Assits | Morimakan Koïta | 15 |
| Highest Average Rating | Song In-Yong | 7,83 (30 Pertandingan) |
| Most Player of the Match | Song In-Yong | 12 |
Rekor kompetisi: Piala Indonesia
| Rekor | Oleh | Jumlah |
| Jumlah Goal Terbanyak | Sriwijaya FC | 29 |
| Jumlah Kebobolan Terbanyak | Sriwijaya FC | 15 |
Rekor klub: Sriwijaya FC
| Rekor | Oleh | Jumlah |
| Kemenangan Terbesar | vs Persik Kediri | 6-0 |
| Kemenangan Beruntun | 10 | |
| Takterkalahkan Beruntun | 15 | |
| Pertandingan Tanpa Kebobolan | 7 | |
| Top Goalscorer | Song In-Yong | 37 |
| Most Assits | Morimakan Koïta | 19 |
| Most Player of the Match | Song In-Yong | 14 |
| Penampilan Terbanyak Sepanjang Masa | Morimakan Koïta | 140 |
| Goal Terbanyak Sepanjang Masa | Jajang Mulyana | 47 |
| Pencetak Goal Tercepat | Song In-Yong | 40 detik |
0 komentar:
Posting Komentar