Rina, begitu orang memanggilnya. Gadis asal Klaten ini hidup bersama ibu dan seorang saudaranya. Sebagai lulusan SMK, sudah sewajarnya jika dia segera mencari pekerjaan, entah itu sebagai karyawan pabrik ataupun memulai wirausaha. Ibunya yang telah lama merawatnya seorang diri tentu mengharapkan hal yang sama, apalagi adik laki-lakinya baru saja lulus dari SMP. Kelak adiknya harus melanjutkan ke SMA dan kuliah, suatu yang harus dicapai dan diperjuangkan sebagai wejangan dari almarhum ayahnya. Meskipun ada beasiswa yang mungkin didapatkan, untuk biaya sehari-hari uang tetap diperlukan. Rina sadar betul hal ini, tapi dia tidak ingin menyerah pada cita-citanya begitu saja. Cita-cita yang dia inginkan sejak menonton pertandingan tim kesayangan ayahny: dia ingin menjadi pelatih sepakbola!
[Tantangan]
Keterbatasan dana, tidak bisa mengambil kursus kepelatihanSebagai wanita, tidak pernah menjadi pemain sepakbola profesionalSebagai wanita ingin melatih pesepakbola laki-lakiMasih muda, kemungkinan besar lebih muda dari para pemain yang dilatihnya kelak
Rina mengerti ada banyak tantangan yang akan dihadapinya. Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya karena bukankan hidup akan lebh menarik jika ada tantangan? Begitulah dia memulai perjalanan karirnya sebagai wanita pelatih sepakbola di Indonesia!
[Profil Pelatih]
| Nama | Rina Fatmawati |
| Tempat Lahir | Klaten, Jawa Tengah |
| Tanggal Lahir | 17 Agustus 1994 |
| Tim Favorit | Real Madrid, AC Milan, Persib Bandung |
| for Profil Rina Fatmawati |
| for Kemampuan Rina |
[Kepelatihan]
Rina terjun ke dunia kepelatihan dengan menganggur. Meskipun banyak klub diluar sana yang belum menunjuk pelatih kepala, dengan latar belakang yang ia miliki, tentu akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Sebagai wanita, dia sulit mendapat kesempatan untuk melatih. Dengan tanpa kesempatan, dia tidak bisa mendapat pengalaman dan mengembangkan kemampuannya. Tanpa pengalaman, dia tidak bisa menunjukkan kemampuannya, sehingga menyulitkannya mendapat pekerjaan. Itulah kenapa dia harus segera mungkin mendapat kesempatan dan sebisa mungkin harus mendapat hasil positif dikesempatan pertamanya. Oleh karenanya, dia mengirim lamaran hampir ke semua klub yang belum memilki pelatih kepala. Dia ingin segera bekerja!
Seminggu berlalu tidak ada balasan dari klub-klub yang dia lamar. Baru setelah dua minggu, ada dua klub yang menawari interview. Klub tersebut adalah Persih Tembilahan dan Persibo Bojonegoro.
| for Tawaran interview |
| Persih Tembilahan | Persibo Bojonegoro |
| Bermain di divisi 2 | Bermain di divisi 3 |
| Dana transfer pemain cukup | Dana transfer pemain terbatas |
| Memiliki direktur sepakbola | Belum memiliki direktur sepakbola |
| Pemain dalam tim kurang | Pemain dalam tim cukup |
| Target papan tengah | Target menghindari degradasi |
| Kota operasi Indragiri Hilir, Riau | Kota operasi Bojonegoro, Jawa Timur |
| for Pekerjaan pertama |
0 komentar:
Posting Komentar